Maraknya 'Gepeng' di Kota Bima, Dinsos di Pastikan Turun Tertibkan

Maraknya Gelandangan dan Pengemis 'Gepeng' Dinas Sosial di pastikan turun menertibkan 

Kota Bima, Realita NTB.-
Akhir-Akhir ini, wajah Kota Bima, tampak dicederai kehadiran orang-orang tanpa memiliki identitas jelas, ditambah dengan meminta meminta, di setiap sudut-sudut Kota dan wilayah strategis. Tentu ini harus dilakukan penertiban, terutama Gelandangan dan Pengemis (Gepeng). 

Para Gepeng ragam usia dengan modus dan perilaku yang mengesankan keprihatinan ini, yang parkir di lampu stopan, pasar, pusat perbelanjaan, perkantoran, pun dikatakan wisata yang ada di Kota Bima.

Tentu pemandangan ini, menjadi potret miris wajah Kota Bima. Disatu sisi menjadi pemandangan yang tidak menarik. Sementara di isisi lain, patut menjadi perhatian pemerintah untuk menata dan menertibkan serta membina mereka yang kurang mampu ini.

Menanggapi jejak keseharian para Gepeng in, Dinas Sosial Kota Bima, berjanji dan memastikan akan menertibkan, mendata serta membina mereka ini.

"Kami akan menertibkan para Gepeng ini, guna dibina dan diingatkan agar kembali ke tempat asalnya atau setidaknya mencari pekerjaan yang lebih layak,"jelas Kadis Sosial Kota Bima Yuliana S Sos.

Penertiban para Gepeng ini, Sesungguhnya kata Yuliana, bukan sekali dan kegiatan yang baru.

Pihaknya acap kali, melakukan penertiban dan pembianaan dan meminta pada mereka untuk kembali ke kampung halamannya. 

Satu contoh, warga yang diluar Kota Bima, yang berstatus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), itu dikembalikan pada tempat asalnya. Namun beberapa hari, mereka datang lagi dan melakukan aktifitas yang sama. 

"Tapi selalu saja balik pada profesi awalnya menjadi Gepeng lagi,"kata Kadis Sosial Kota Bima ini.

Dia juga menyampaikan bahwa Kota Bima belum memiliki Rumah Singga. Jika saja itu ada, tentu untuk menampung dan pembinaan itu akan berjalan dengan baik. 

"Seandainya, Kota Bima memiliki Rumah Singgah, tentu sambungnya, tidak sulit menata dan membina serta merawat mereka," ujarnya 

Karena selama ini kata Yuliana, semisal ada orang-orang yang terlantar, itu harus dititpkan di Panti Asuhan. Ini tentu menjadi kendala bagi Dinas Sosial.

"Kita sudah pernah ajukan untuk pembangunan rumah singga melalui APBD perubahan, tapi hingga saat ini belum ada realisasinya," ujarnya 

"Intinya hari ini kita bersama tim, akan turun lokasi, untuk kembali melakukan penertiban," Tegasnya (RED

Posting Komentar

0 Komentar